Gelar Panen Padi Bersama Wujudkan Swasembada Pangan di Klungkung
Klungkung, 12 November 2025 – Dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus mempercepat realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Kabupaten Klungkung. Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali bersama Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung melaksanakan kegiatan gerakan panen padi bersama di Subak Pegatepan, Tempek Jumpung, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung.
Kegiatan panen dihadiri pula oleh para petani anggota Subak Pegatepan serta TNI.
Pelaksanaan panen diawali dengan kegiatan pengubinan, yang bertujuan untuk mengetahui tingkat produktivitas padi di lokasi. Hasil ubinan menjadi dasar penting dalam mengevaluasi keberhasilan penerapan teknologi budidaya modern, penggunaan benih unggul, serta pengelolaan air dan pupuk di lahan pertanian.
Proses panen dilakukan secara manual oleh petani, sebagai bentuk kebersamaan dan gotong royong dalam menjaga tradisi subak. Meskipun tanpa bantuan alat panen modern, kegiatan berlangsung lancar dengan semangat tinggi para petani yang bahu-membahu menyelesaikan panen.
Pekaseh I Nengah Sirna, melaporkan bahwa luas lahan yang dikelola Subak Pegatepan mencapai 9,56 hektare. Dari hasil ubinan di lahan I Nyoman Rupi yang menanam varietas Inpari 32 seluas 18 are, diperoleh produktivitas sebesar 7,44 ton/ha GKP (Gabah Kering Panen). Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan pola tanam serempak dan penggunaan benih unggul telah memberikan hasil yang optimal bagi petani setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh BRMP Bali, Ni Putu Sutami, menyampaikan bahwa kegiatan panen bersama ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga bagian dari upaya untuk mempercepat proses tanam berikutnya. “Melalui panen bersama seperti ini, kita dapat melihat secara langsung hasil dari kerja keras petani sekaligus menyiapkan langkah percepatan tanam. Semangat kebersamaan antara petani, penyuluh, dan pemerintah menjadi kunci dalam mendukung ketahanan pangan daerah,” ujarnya.
Sementara itu seorang petani mengaku sangat terbantu dengan adanya pendampingan langsung dari PPL. "Banyak hal baru yang kami pelajari, terutama dalam cara tanam dan pemupukan yang lebih efisien. Hasil panen kali ini cukup memuaskan, dan kami optimis ke depan bisa lebih baik lagi,” ungkap salah satu petani Subak Pegatepan.
Sementara dari Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung menyampaikan bahwa salah satu tantangan utama di lapangan adalah ketersediaan air irigasi, terutama saat peralihan musim. Oleh karena itu, koordinasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) dan kelompok subak terus diperkuat agar kebutuhan air bagi petani dapat terpenuhi dengan baik. "Pemerintah daerah juga turut memfasilitasi bantuan berupa benih unggul bersertifikat dan pupuk bersubsidi untuk mendukung kegiatan tanam. Dukungan tersebut diharapkan mampu mempercepat tanam kembali di areal bekas panen, sehingga siklus tanam-panen dapat berlangsung tanpa jeda panjang" ujar mereka.
Dikatakan pula melalui kegiatan gerakan panen padi bersama diharapkan mampu menumbuhkan semangat petani untuk terus berproduksi, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan seperti perubahan iklim dan fluktuasi harga gabah.